Arsip untuk Februari 14th, 2007

14
Feb
07

Bikin Blog terkenal

Jika kita sudah mempunyai blog baru, tentu saja kita ingin teman-teman kita mengetahuinya berkunjung ke web kita. Nah, kalo gak pernah dipublikasikan/diperkenalkan, tentu saja teman-teman kita tidak akan tahu kalau kita punya blog.

Bagaimana langkah awal kita untuk mempublikasikan blog? Dengan mengirim message ke semua teman kita? Bisa-bisa malah kita dianggap spammer. Jadi kita perlu cara-cara yang ’sopan’ :) Antara lain adalah sebagai berikut.

1. Kita pasti punya email kan? Sering/pernah kirim2 email juga tentu. Atau malah join di mailing-list. Nah, secara halus kita bisa ngasitau alamat blog kita ke si penerima email tersebut. Caranya, dengan menambahkan alamat blog sebagai signature/footer saat menulis email.
Misal:

Salam Hangat,

Fany Ariasari

http://blog.faniez.net

2. Friendster (atau Multiply atau layanan sejenis) punya juga kan? Di bagian About (di Profile kita), jangan lupa tuliskan juga alamat blog kita. Lalu jika sedang berkirim-kirim message, jangan lupa tambahkan signature seperti poin 1 di atas.

3. Suka online via Yahoo Messenger? (atau GoogleTalk dan sebagainya). Saat sedang online, tulis status kita dengan menyertakan link ke blog kita. Teman yang melihat akan langsung bisa nge-klik alamat tersebut di status YM. Jadi tidak perlu mengirim message ke seluruh teman chat kita.
Misal status:

Kunjungi weblog-ku http://namablogmu.blogspot.com

4. Bergabunglah dengan situs komunitas blogger, seperti yang sudah ditulis ini. Bisa nambah temen, bisa minta diajarin sama yang lebih jago, gak ketinggalan berita, dan yang pasti dgn semakin bertambahnya teman blogger kita maka otomatis akan menambah pengunjung blog kita ;)

5. Jika langkah-langkah awal sudah dicoba, kita juga bisa mendaftar di direktori kumpulan blogger. Misal:

  • www.kampungblog.com
  • www.blog-indonesia.com
  • www.technorati.com

6. Blogwalking-lah dan saling menyapa atau pun berkomentar di blog lain, jangan lupa dengan meninggalkan ‘jejak’ (alamat blog).

Catatan:

rajin-rajinlah mengupdate blog, setidaknya seminggu sekali. Jika blog kita jarang di-update, pengunjung yang sudah datang akan kecewa karena tidak menemukan tulisan baru, dan selanjutnya jadi malas berkunjung lagi.

Selamat mencoba ;)

14
Feb
07

Ngilangin bagian yang tidak diinginkan

Pernah melihat bagian-bagian seperti ditunjukkan lingkaran merah pada gambar di bawah? Sebenernya, bagian tersebut penting-gak-penting sih. Beberapa blogger lebih suka menghilangkan bagian tsb.
Bagaimana jika kita ingin meng-hidden-kannya atau membuatnya tidak tampil? Coba yuk. (bisa digunakan untuk meng-hidden bagian lain juga).

Caranya, kita bisa ngasi kode komentar (<!– dan –>) yang tujuannya membuat kode-kode bagian yang ingin kita hilangkan tersebut tidak dieksekusi (maksudnya, tidak muncul).

Letakkan saja kode buka dan tutup komentar seperti pada gambar di atas (di Edit Main Template), lalu Save Changes.

Cara ini (ngasi kode komentar <!– dan –>), bisa juga digunakan untuk hidden bagian yang lain. Jadi, kode2 yang diapit pasangan kode komentar tsb tidak akan muncul di tampilan blog.

14
Feb
07

Situs Penyedia V-Blog

Tahun 2006 bisa jadi adalah tahun kelahiran kembali kebutuhan video di dunia maya yang selama bertahun-tahun ‘ditinggalkan’ karena masalah teknis seperti kompatibilitas format file video atau kecepatan akses.Di tahun ini, makin banyak bermunculan penyedia jasa sharing video dalam bentuk Flash yang bisa di-embed ke situs pribadi atau blog, setelah sebelumnya diawali Sharkle (2004) & YouTube (2005).Dari beberapa penyedia jasa tersebut, gue mencoba membuat review kecil-kecilan. Situs tersebut adalah :Blip.TVGoogle VideoPhotobucket SharkleVimeo Yahoo VideoYouTube Review ini tidak bersifat mutlak, hanya sekedar pandangan pribadi gue – yang notabene masih hijau royo-royo di dunia blog – dan bisa saja dari masing-masing penyedia jasa video sharing melakukan perubahan layanan – dari gratis menjadi bayar misalnya – mengingat perubahan teknologi dunia maya yang sangat cepat.Tapi paling tidak, review ini bisa berguna buat banyak umat dan dengan harapan semakin banyak bloggerian Indonesia yang nge-vlog.File FormatRata-rata para situs video hosting ini menerima upload file video dalam format populer seperti QuickTime (.mov), MPEG4 (.mpg atau .mp4) dan WMV. Format MPEG4 dianggap format video terbaik untuk kebutuhan video preview – file size tidak besar namun kualitas gambar tetap terjaga – apalagi dengan feature kompresi H.264.Saat publish, semua situs meng-convert file-file tersebut dalam bentuk Flash, demi menjaga kompatibilitas preview video di semua jenis platform komputer & aplikasi web browsernya. Karena hasil convert Flash tersebut membuat kualitas gambar menjadi ‘rusak’, beberapa situsmenyediakan option untuk tetap menyediakan file MPEG4 – dengan proses download lebih lama namun kualitas gambar tetap bagus – seperti Blip.TV & Vimeo.File Size & DurationWalau mereka berstatus FREE sebagai penyedia jasa, namun beberapa diantaranya memiliki batasan-batasan tertentu seperti tertera di Tabel 2.Untuk Blip.TV, Google Video & Yahoo Video tidak menyebutkan batas kapasitas pemakaian storage dalam situs mereka untuk setiap account/user. Namun Yahoo Video membatasi besar file untuk sekali upload sebesar 100 mb – jumlah ini cukup besar untuk sebuah file video. Dan siapa juga yang mau upload file sebesar itu :) kecuali kalau mau memang mau upload sinetron.Pembatasan durasi berlaku bagi Photobucket (max 3 menit) & YouTube (max 10 menit) untuk setiap file video yang diupload. Durasi 3 menit sedikit banyak bisa mempengaruhi karya video musik yang rata-rata berdurasi 4 – 5 menit. Mungkin kalau hanya sekedar dokumentasi mentah apa adanya, hal ini bukan masalah. Kalau 10 menit seperti yang ditawarkan YouTube, masih okelah untuk membuat cerita video pendek.Vimeo membatasi besar file yang diupload setiap minggunya – maksimal 30 mb. Bagi gue hal ini tidak bermasalah, toh ngapain juga upload setiap hari sampai 30 mb seminggu. Lagipula, setelah seminggu berikutnya, batasan tersebut reset kembali. Mungkin hal ini bisa menjadi hambatan jika kita bekerja sebagai jurnalis video yang harus update & publish liputan setiap hari.Upload ProgressHal ini penting buat gue, mengingat kecepatan koneksi internet yang pas-pasan dan berurusan dengan file besar (lebih dari 1 – 2 mb). Sering kejadian sudah menunggu lama, ternyata ‘connection failed’ atau kegagalan-kegagalan koneksi lainnya. Contohnya Sharkle, pada saat kita upload status browser gue hanya menampilkan message “Contacting to http://www.sharkle.com…. ” laaammaaaaaa sekali – sampai harus ditinggal tidur atau pergi, jika beruntung besoknya sudah selesai.Untungnya Blip.TV, Vimeo & Photobucket menyediakan informasi proses upload ini seperti terlihat di bawah. Sehingga kita punya estimasi berapa lama lagi file ter-upload dan estimasi berapa biaya pulsa internet yang terpakai (hare gene mase pake dial-up??? hihihihihihihi)Progress Blip.TVProgress bar milik Blip.TV sangat informatif dan jelas. Lengkap dengan estimasi waktu yang terpakai untuk menyelesaikan proses upload. Progress bar ini langsung muncul di halaman yang sama begitu kita tekan tombol ‘UPLOAD’.Progress VimeoVimeo menggunakan persentasi pada progress bar-nya. Namun tanpa informasi estimasi waktu yang dibutuhkan.Progress PhotobucketPhotobucket walau memiliki keterbatasan-keterbatasan dibanding situs lainnya, tapi mereka menyediakan progress bar yang muncul dalam bentuk pop-up window setelah tombol “UPLOAD” diklik. For me, this is awesome. Mereka punya informasi estimasi waktu, persentasi & besar file yang ter-upload.FeatureBlip.tv memiliki banyak feature yang bagus, salah satunya feature untuk melakukan cross-posting file video langsung ke blog kita dan menyediakan subscribe ke feed RSS (seperti My Yahoo & Newsgator). Belum lagi feature ‘Get Sidebar’ yang memberikan kita kemudahan untuk mencantumkan playlist video kita di blog dengan men-copy code Javascript yang sudah disediakan.Google menyediakan software (Mac & PC) untuk memberi kemudahan menonton video-video di website tanpa harus membuka web browser. Dan memberi option untuk download file video tersebut ke dalam format iPod Video dan Sony PSP.Seperti layaknya komunitas mailing list atau dunia maya lainnya (Friendster), situs-situs ini menyediakan feature untuk saling berkenalan dan berkomunikasi dengan user lainnya. Satu sama lain saling memberi komentar, rating atau membuat forum. YouTube & Vimeo memberi fasilitas alert via email jika ada yang memberi komentar pada video kita, sehingga kita bisa selalu update informasi setiap saat tanpa harus berkunjung ke situs tersebut.KelemahanSebenarnya tidak ada sisi buruk yang significant dari para penyedia jasa video hosting ini. Namun dari semuanya, Sharkle memiliki kelemahan yang (tampaknya) berhubungan langsung dengan kecepatan koneksi internet. Seperti yang tertera di tabel 5, audio & video jalan sendiri-sendiri kalau kecepatan internetnya berjalan seperti siput. Hal ini sangat mengganggu untuk karya video yang diedit menggunakan sound effect atau musik. Apalagi jika untuk video klip musik yang sudah disync dengan beat musik.Untuk kualitas hasil convert video ke Flash, Photobucket (lupa dicantumkan di tabel ;) paling parah hasilnya. Ada titik-titik atau dot yang cukup mengganggu (lihat contoh)KesimpulanAwalnya gue selalu menggunakan Sharkle , namun setelah melakukan riset (ceile) coba sana coba sini, kok rasanya Blip.TV paling sreg buat gue. Bentuk window interface-nya sangat simple dan sederhana, ngga bikin bingung masyarakat Indonesia pada umumnya. Belum lagi feature-nya cukup kaya dan mengakomodir kebutuhan umum blogger. Vimeo kurang lebih mirip Blip.TV, apalagi jika memiliki account Flickr kita bisa melakukan cross-posting file video.PhotoBucket tampaknya memang sedang testing the water dengan jasa video hostingnya. Fasilitas di web-nya masih berkesan khusus untuk foto, bukan video. Mungkin tunggu beberapa saat kedepan, saat kualitas video-nya lebih baik dan berganti nama menjadi VideoBucket ;) Gue sebenarnya berharap banyak pada Google Video mengingat jaringan Google yang sangat luas, memungkinkan kita untuk bisa bercengkerama dengan banyak vlogger. Dan kabarnya, vlogger yang terdaftar pada situs ini makin banyak menyalib YouTube. Sayang tampilan web nya agak garing dan ngga user-friendly. And it lacks of tags or keywords option! Masih lebih baik Yahoo Video yang memiliki feature tidak jauh berbeda dengan situs lainnya.Review situs penyedia jasa video sharing ini baru mencakup segelintir dari sekian banyak situs sejenis yang marak menjamur tahun ini. Paling tidak, sebelum tersesat bin bingung, bisa orientasi terlebih dahulu dengan 7 situs ini dan segera ber-vlogging ria segera.Sekali lagi, review ini hanya sekedar gambaran & pengalaman pribadi. Kritik dan masukan ditunggu.Jika ada waktu dan cuek dengan tagihan internet anda, silakan cek masing-masing video “Hip Hop Baby” di bawah ini dan bandingkan satu sama lain : Hip Hop Baby di Blip.TV Hip Hop Baby di Google Video Hip Hop Baby di PhotoBucket Hip Hop Baby di Sharkle Hip Hop Baby di Vimeo Hip Hop Baby di Yahoo Video Hip Hop Baby di YouTube More zoom

to :http://www.techcrunch.com/http://www.testinggrounds.loadedpun.com/

14
Feb
07

Format Ijazah Non Kependidikan

 

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Atas dasar kewenangan yang diberikan menurut peraturan perundangan yang berlaku serta telah terpenuhinya seluruh persyaratan yang ditetapkan, Universitas Pendidikan Indonesia dengan ini memberikan gelar

S.Pd

Program Studi Akuntansi

beserta seluruh hak, kewajiban, dan kewenangan yang melekat pada gelar tersebut kepada:

NURCHOLIS MUALIM

045716

Tanjungpandan, 25 Februari 1985

Pada 20 Oktober 2007

 

                                                                                                                     Rektor

                                                                                   Sunaryo Kartadinata

14
Feb
07

Eminem Bio

From: United States
Born: 1973.10.17
Bornas: Marshall Mathers
Aka: Slim Shady

A protégé of Dr. Dre, rapper Eminem emerged in 1999 as one of the most controversial rappers to ever grace the genre. Using his biting wit and incredible skills to vent on everything from his unhappy childhood to his contempt for the mainstream media, his success became the biggest crossover success the genre had seen since Dre’s solo debut seven years earlier. The controversy over his lyrics was the best publicity any musician could afford, and being the first Caucasian rapper to make a significant impact in years may have given him a platform not afforded to equally talented African-American rappers. A gifted producer as well, his talents always seemed overshadowed by his media presence, which was a mix between misunderstood genius and misogynistic homophobe. Both may be true, but his message spoke to legions of disaffected youth who had few role models in the rap world who could relate to the white lower-class experience.
He was born Marshall Mathers in St. Joseph, MO (near Kansas City), spending the better part of his impoverished childhood shuttling back and forth between his hometown and the city of Detroit. Initially attracted to rap as a teen, Eminem began performing at age 14, performing raps in the basement of his high school friend’s home. The two went under the names Manix and M&M (soon changed to Eminem), which Mathers took from his own initials. Due to the unavoidable racial boundaries that came with being a white rapper, he decided the easiest way to win over underground hip-hop audiences was to become a battle rapper and improv against other MCs in clubs. Although he wasn’t immediately accepted, through time he became such a popular attraction that people would challenge him just to make a name for themselves.

His uncle’s suicide prompted a brief exodus from the world of rap, but he returned and found himself courted by several other rappers to start groups. He first joined the New Jacks, and then moved on to Soul Intent, who released Eminem’s first recorded single in 1995. A rapper named Proof performed the B-side on the single and enjoyed working with Eminem so much that he asked him to start yet another group. Drafting in a few other friends, the group became known as D-12, a six-member crew that supported one another as solo artists more than they collaborated. The birth of Eminem’s first child put his career on hold again as he started working in order to care for his family. This also instilled a bitterness that started to creep into his lyrics as he began to drag personal experiences into the open and make them the topic of his raps.

A debut record, 1996’s Infinite, broke his artistic rut but received few good reviews, as comparisons to Nas and AZ came unfavorably. Undaunted, he downplayed many of the positive messages he had been including in his raps and created Slim Shady, an alter ego that was not afraid to say whatever he felt. Tapping into his innermost feelings, he had a bounty of material to work with when his mother was accused of mentally and physically abusing his younger brother the same year. The next year his girlfriend left him and barred him from visiting their child, so he was forced to move back in with his mother, an experience that fueled his hatred toward her and made him even more sympathetic toward his brother. The material he was writing was uncharacteristically dark as he began to abuse drugs and alcohol at a more frequent rate. An unsuccessful suicide attempt was the last straw, as he realized his musical ambitions were the only way to escape his unhappy life. He released the brutal Slim Shady EP, a mean-spirited, funny, and thought-provoking record that was light years ahead of the material he had been writing beforehand. Making quite the impression in the underground not only for his exaggerated, nasal-voiced rapping style but also for his skin color, many quarters dubbed him the music’s next ‘great white hope.’

According to legend, Dr. Dre discovered his demo tape on the floor of Interscope label chief Jimmy Iovine’s garage, but the reality was that Eminem took second place in the freestyle category at 1997’s Rap Olympics MC Battle in Los Angeles and Iovine approached the rapper for a tape afterward. It wasn’t until a month or two later that he played the tape for an enthusiastic Dre, who eagerly contacted Eminem. Upon meeting, Dre was taken back by his skin color more than his skill, but within the first hour they had already started recording ‘My Name Is.’ Dre agreed to produce his first album and the two released ‘Just Don’t Give a Fuck’ as a single to preview the new album. A reconciliation with his girlfriend led to the two getting married in the fall of 1998, and Interscope signed the rapper and prepared to give him a massive push on Dre’s advice. An appearance on Kid Rock’s Devil Without a Cause only helped the buzz that was slowly surrounding him.

The best-selling Slim Shady LP followed in early 1999, scoring a massive hit with the single and video ‘My Name Is,’ plus a popular follow-up in ‘Guilty Conscience’; over the next year, the album went triple platinum. With such wide exposure, controversy ensued over the album’s content, with some harshly criticizing its cartoon-ish, graphic violence; others praised its edginess and surreal humor, as well as Eminem’s own undeniable lyrical skills and Dre’s inventive production. In between albums, Eminem appeared on Dre’s Dr. Dre 2001, with his contributions providing some of the record’s liveliest moments.

The Marshall Mathers LP appeared in the summer of 2000, moving close to two-million copies in its first week of release on its way to becoming the fastest-selling rap album of all time. Unfortunately, this success also bred more controversy, and no other musician was better suited for it than Eminem. Among the incidents that occurred included a scuffle with the Insane Clown Posse’s employees in a car stereo shop, a bitter battle with pop star Christina Aguilera over a lyric about her fictional sexual exploits, a lawsuit from his mother over defamation of character, and an attack on a Detroit club goer after Eminem allegedly witnessed the man kissing his wife. Fans ate it up as his album stood strong at the top of the charts. But the mainstream media was not so enamored, as accusations of homophobia and sexism sprung from the inflammatory lyrics in the songs ‘Kill You’ and ‘Kim.’ It was this last song that ended his marriage, as the song’s chosen topic (violently murdering his real life wife Kim Mathers) drove his spouse to a suicide attempt before they divorced. Eminem toured throughout most of this, settling several of his court cases and engaging a mini-feud with rapper Everlast.

The annual Grammy Awards nominated the album for several awards, and to silence his critics the rapper called on Elton John to duet with him at the ceremony. In 2001, he teamed with several of his old Detroit running buddies and re-formed D-12. Releasing an album with the group, Eminem hit the road with them that summer and tried to ignore the efforts of his mother, who released an album in retaliation to his comments. After getting off of the road, he stepped in front of the camera and filmed 8 Mile, a film loosely based on his life directed by the unlikely fan Curtis Hanson (Wonder Boys). His constant media exposure died out as well, leaving him time to work on new music.

When he re-emerged in 2002, he splashed onto the scene with ‘Without Me,’ a single that attacked Moby and Limp Bizkit and celebrated his return to music. Surprisingly, the following album, The Eminem Show, inspired little controversy. Instead, the popular second single ‘Cleanin’ Out My Closet’ told of his dysfunctional childhood and explained his hatred toward his mother in a mannered, poignant fashion. And being Eminem, he followed this up with an appearance at MTV’s Video Music Awards that inspired boos when he verbally assaulted Moby for no apparent reason. ~ Jason Ankeny and Bradley Torreano, All Music Guide

Source: http://music.yahoo.com/ar-289114-bio–Eminem