13
Mei
07

Menjadi baru

Apa yang ngebedain manusia sama makhluk Allah lainnya?
Kita diberi kesempatan untuk melakukan perbuatan baik dan buruk. Dengan akal yang terlengkapi pengalaman, pendidikan, tuntunan agama dan adaptasi lingkungan, manusia berkesempatan menentukan apa yang akan diperbuatnya. Tak sekedar berorientasi akhirat, kadang sasarannya hanya untuk menit permenit dalam hidup.
Setelah memutuskan, yang sedikit banyak dievaluasi alam bawah sadar hingga menimbulkan dua rasa: puas dan penyesalan, ada bagian dari pengambilan keputusan yang setelah ditinjau ulang menimbulkan ketidak sinkronan dengan apa yang diinginkan. Muncul perasaan ingin memperbaiki dengan mengulang langkah-langkah sebelumnya dengan tentu saja perbaikan di bagian yang dirasa salah.
Tak setiap urutan berjalan runtut. Saat langkah putusan dibuat dirasa jenuh, kita akan kembali membuat kesalahan. Peran intuisi bisa dianggap pisau berketajaman ganda. Membantu pengambilan tindakan sekaligus tempat untuk menyalahkan apa yang telah diperbuat dengannya.
Menjadi baru adalah semata mengandalkan tiap senti tubuh dan jiwamu untuk digunakan menghadapi hari-hari didepan. Tak perlu takut dengan kesalahan karena dia akan memberikan jalan lain yang benar. Kepuasan yang didapat perlu dilihat sebagai kebetulan agar kau akan terbiasa dengan kebetulan tersebut. Akhirnya hari-harimu akan dihiasi kesalahan kecil dan ketidakteraturan berbuat kebenaran.


0 Tanggapan ke “Menjadi baru”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Anda harus login untuk menuliskan komentar.