Arsip untuk Agustus 3rd, 2008

03
Agu
08

KKU

hem, tempat KKU gw yang adalah contoh nyata kapitalisme telah mengakar ke segala bidang cuy… yang punya tempat -

seorang yang dari informasi awal gue ketahui sebagai orang yang ”lurus”, berjiwa entrepreneur tinggi, dan

mencukupi syarat buat jadi teladan bisnis - ternyata cuma seorang pebisnis dengan hanya money oriented.

lo pade mo contoh? pertama, teori di bangku kuliah mengajarkan gue bahwa mereka adalah capital yang

sangat berharga dan karenanya harus di-berdayakan untuk kepentingan bisnis. ingat, DIBERDAYAKAN.

tapi setelah ngobrl panjang lebar (dan gue pastiin berisi..) mereka ngerasa gak betah kerja dengan alasan

“si ibu teh kurang bijaksana”. itu pilihan kata yang gue pilih karena sebenarnya mereka mengekspresikan

kekesalannya dengan kata-kata yang jauh lebih pedas. hal ini dalam konteks gaji dan fasilitas, yang memang sudah sejak fir’aun ada juga udah jadi masalah yang ga abis-abis. di tempat itu, karyawan digaji dibawah besaran gaji di tempat sejenis lainnya dengan jam kerja sama. lembur gak dibayar dan kudu bisa menyelesaikan sejumlah produk dalam seminggu. sakit? jangan berpikir mereka dapet kompensasi. jangan pula menanyakan soal bonus jika penjualan produk melebihi target. apa gue salah kalo gue bilang itu adalah praktek “mendapatkan laba sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil mungkin”? ga ada yang salah dengan prinsip memuakkan tersebut tapi tidak dengan mengorbankan nurani. apa bermoral namanya

membuat karyawan mengerahkan segala kemampuan terbaiknya lalu dihargai dengan tidak pantas?

kedua, produk jualan tempat kku gue adalah pakaian. hari pertama gue masuk, gue udah heran kenapa

temen2 cewek KKU gue disuruh ngeganti label baju. pas gue tanya, jawabnnya adalah ”pabriknya salah

ngasih label”. gue sebenarnya udah pengen nanya lagi sedetik setelah jawaban gak logis itu keluar.

tapi karena yang ngasih jawaban mampu bikin celana gue jadi lebih sempit

(he he becanda biarpun thats d thruth..) gue tahan dulu. hampir seminggu setelah hari pertama itu,

kita masih juga disuruh ngeganti label. apa masuk diakal pabriknya terus2an salah masang label ?  jawaban sebenarnya gue dapat juga dari karyawan disitu; “itu teh beli paketan berapa banyak gitu, trus diganti biar murah belinya dan dapet untung gede pas kejual”. artinya, itu jelas PEMBAJAKAN!!!!

ketiga, gue gak ngerti sama konsep si ibu yang ”SPG/SPB udah dikasih target dalam sebulan kudu

ngejual baju sekian. kalo gak bisa, pecat.” produk pakaian yang diproduksi

(yang ternyata juga BAJAKAN) kebanyakan di jual di outlet2 si ibu di dept.store2. lalu,

kemaren banget ada kejadian satu SPG lagi dipecat. alasan dia, pengunjung dept.store

tersebut sepi. mungkin gak, kalo kita yang jadi SPG itu, maksain ngejual sesuai target dengan

pembeli yang jauh turun jika ngeliat rasio pengunjung? apa kita bisa ngejual keluar outlet asal

target terpenuhi?

so, gue cuma orang usil. tapi gue tahu hal-hal kayak gitu bener2 gak bermoral!!!!