Kabar yang dibawa para burung bilang, kita kan jadi lebih baik jika bisa belajar dari sejarah, kejadian yang udah dilalui. Aku, yang selalu gak abis ide buat nyari kesalahan dari suatu teori…he he, gak percaya ma ungkapan itu.
Berani gagal…ternyata berat sekali kawan. Apa-apa yang bisa bikin manusia melangkah kedepan udah aku tau, tapi apa-apa yang melatarbelakanginya masih gelap.
Malam ini, saat seluruh kekuatan tubuhku senyap diempas malam, kata-kata Gashvi –perempuan surga yang mengajariku menemukan terang dalam hidup yang adalah juga kata-kata terakhirnya- kembali terngiang.
”kau tau arti terang sesungguhnya vitch?
Kau arti sebenarnya dari saat dimana kau merasa kegelapan seolah memenjaramu, lalu kau menemukan cahaya yang menarikmu?
Itulah cinta vitch…
Ikuti cahaya itu, rasakan dengan hatimu tapi jangan kau rusak dengan keinginan memilikinya.
Apa yang kau tau tentang cinta vitch?
Dalam hidup aku, banyak orang telah datang dan pergi. Berlalu dan aku gak pernah lagi seperti ketika sebelum mereka datang. Lalu kita bertemu….
Kau yang selalu bicara membingungkan dengan kata-kata bersayapmu, kedalaman yang gak tiap orang miliki.
Kau yang lebih cengeng dari aku kalo sedang baca Al Quran…
Kau yang rela melakukan apa aja hanya untuk melihat aku tersenyum, apa aja yang bahkan gak bisa aku bayangkan, ya kan vitch?
Itulah terang buat aku vitch, kau terang bagi aku..
Terang adalah saat dimana kau, hanya kau, duduk diam di pojok ruangan, memalingkan wajah dari aku, sementara aku sibuk menjawab pertanyaan-pertanyaan bodoh teman-temanmu yang menjijikkan…
Terang adalah saat aku ngeliat kau berlari dalam hujan, 2 kilometer dan kembali dengan basah kuyup, lupa kalo kau punya payung ditanganmu, hanya karena aku meminta payung buat pulang dan kau gak mau melihatku menunggu terlalu lama…
Terang adalah saat kau menjadi imam dalam sholat yang akan kuingat seumur hidup aku, kau mengucapkan salam dan saat aku melipat sajadahmu, kain tempatmu sujud basah…
Kaulah terang vitch.
Kau mengajak aku keluar dari gelap yang ingin aku tinggalkan tapi gak pernah mampu sebelum aku ketemu kamu.
Kau yang telah padam sinar hidupmu, mata yang gak lagi memancarkan sinar kehidupan, tapi membuat aku gemetar tiap kali memandangnya langsung, kedalaman yang hanya kau memilikinya…
Terimaksih untuk semuanya vitch..
Kau memberi aku cinta dalam diam, sesuatu yang baru aku sadari sekarang, saat surga begitu dekat baunya…
Sebentar lagi, saat aku bertemu tuhan, aku akan memohon agar kau memiliki terangmu”
Gashvi terdiam, kehidupan fana berlalu meninggalkannya….
Sekarang, lima tahun sudah ia pergi. Aku melanjutkan hidup, tenggelam dalam gelap..
Hingga, aku berada dalam satu waktu yang berhenti, dibawah pohon didepan PKM kampus, terang itu datang dalam wujud mata yang menyilaukan…
Dari detik pertama saat melihatnya, aku tau pemiliknya memiliki terang yang akan membawaku keluar dari gelap.
Lalu waktu kembali berjalan, yang kusadari demikian cepat jalannya sampai aku merasa ditinggalkan waktu. Satu bulan yang manis aku bersama malaikat terang itu.
Setelahnya, aku melakukan apa pun untuk melihat ia tersenyum. Aku memberikan apapun yang bisa kuberikan untuknya. Aku menikmati senyumnya seolah itu yang terakhir. Aku tertawa saat ia menceritakan betapa banyak yang menginginkannya. Aku pun tertawa ketika ia bercerita tentang pacarnya. Aku heran kenapa aku tertawa.
Aku gak menginginkan apa pun darinya. Aku hanya ingin ia selalu bahagia, dan aku telah berjanji pada diriku untuk selalu menjaga ”terang”nya. Sesuatu yang membuatku hidup.