Arsip untuk Januari, 2009

31
Jan
09

Merengkuh ku ke tepian, tidak menghanyutkan

Apa yang membuat mencintai begitu berat dilakukan?

Bukan karena takut kita tidak dicintai, itu hanya untuk kaum cengeng yang mencintai untuk memiliki…

Bukan pula kadang kita merasa tak kuat terus menerus menjaga janji mencintai….

Dan juga bukan tentang ketakutan kalo-kalo orang yang kita cintai pergi dan tak ada kemungkinan melihatnya lagi

Kau mau tahu kawan….

Yang tak mudah dari mencintai adalah mendapatkan jawaban dari pertanyaan ”apakah cintaku menyakitinya?”

Apakah dengan cintaku dia tidak merasa sakit?

Dicintai dan tidak merasa sakit adalah dua hal yang magis…

Orang yang layak mendapatkan cinta sebesar punyaku hanyalah yang memiliki kekuatan tidak menghanyutkan dalam tiap geraknya..

Dan ternyata aku menemukannya….

Kau mau tahu kawan…

Saat aku mencintai, aku tak lagi merasakan apa-apa; tidak indah, tidak buruk, tidak gelap, tidak menyilaukan. Hanya perasaan senang tak hingga..

Dari semua kemungkinan yang akan membuat seseorang sakit karena mencintai, hanya pertanyaan itu yang belum kutahu jawabnya…

Jika iya, aku tetap mencintai

Jika tidak, mencintai adalah pilihanku

Setelah lelah pengembaraan, hanya dengannya aku merasa ditambatkan…

31
Jan
09

Cinta Kering by Firdaus S

I. Prelude

Adalah cinta yang membuat jantungku tetap berdegup. Adalah saat mengatakan “aku mencintaimu”, aku merasa hidup. Cinta memberi sepercik cahaya di tengah kekelaman, seperti aliran-aliran air hidup dari mata air yang tak pernah mengering. Memberi keteguhan dan ketenangan bagi jiwa yang gelisah. Memberi arti pada setiap langkah. Memberi keyakinan bahwa kita ada untuk tidak sia-sia. Saat cinta lepas dari genggaman, apakah yang dapat dipegang? Bila sang cahaya telah pudar, apakah penerang hati? Keyakinan akan mati ranggas seperti daun-daun jati yang luruh, tertiup angin, melayang tak tuju arah, lalu jatuh, tersungkur mencium bumi. Kering, siap mati untuk terinjak, retak. Detak jantung mulai terdengar sayup. Air hidup jadi air mata, bahkan tidak, sebab air telah mengering. Keringkihan jiwa yang memancar jauh ke tubuh, mengenyahkan harap untuk tetap berjalan, bahkan walau hanya untuk tetap berdiri.

II.

Seorang lelaki muda, ringkih dan hilang jiwa, berjalan di tengah padang tandus. Burung-burung nazar terbang bergerumbul berkoak di atas kepala, menjadi bayangan mengalahkan terik matahari. Lelaki itu tetap berjalan dalam arah yang hilang, entah tujuan. Bahkan kakipun telah mengeluh karena beban memandu tubuh. Sang Lelaki merasa gelap walau matahari membakar garang. Ia merasa begitu beku walau terik di sekeliling telah mengubah air menjadi api. Sementara itu, burung-burung nazar terbang bergerumbul berkoak di atas kepala, menjadi bayangan mengalahkan matahari, bernyanyi puji pada dewa atas makanan mereka hari ini, menaikkan doa syukur atas daging kering dan busuk yang siap di atas tanah–meja makan mereka. Sang Lelaki terus berjalan walau tanpa arah. Mata memandang lurus-lurus ke depan mengharapkan cahaya itu terlihat lagi. Namun yang ada adalah kehampaan. Sang Lelaki merasa buta. Merasa tua. Merasa entah. Sementara itu, burung-burung nazar terbang bergerumbul berkoak di atas tanah, menjadi bayangan mengalahkan matahari. Mereka bernyanyi gembira sambil mencari tempat untuk mengistirahatkan perut yang kenyang.

26
Jan
09

Terang adalah … – untuk c.a, shining angel with “C”

Kabar yang dibawa para burung bilang, kita kan jadi lebih baik jika bisa belajar dari sejarah, kejadian yang udah dilalui. Aku, yang selalu gak abis ide buat nyari kesalahan dari suatu teori…he he, gak percaya ma ungkapan itu.
Berani gagal…ternyata berat sekali kawan. Apa-apa yang bisa bikin manusia melangkah kedepan udah aku tau, tapi apa-apa yang melatarbelakanginya masih gelap.

Malam ini, saat seluruh kekuatan tubuhku senyap diempas malam, kata-kata Gashvi –perempuan surga yang mengajariku menemukan terang dalam hidup yang adalah juga kata-kata terakhirnya- kembali terngiang.
”kau tau arti terang sesungguhnya vitch?
Kau arti sebenarnya dari saat dimana kau merasa kegelapan seolah memenjaramu, lalu kau menemukan cahaya yang menarikmu?
Itulah cinta vitch…
Ikuti cahaya itu, rasakan dengan hatimu tapi jangan kau rusak dengan keinginan memilikinya.
Apa yang kau tau tentang cinta vitch?
Dalam hidup aku, banyak orang telah datang dan pergi. Berlalu dan aku gak pernah lagi seperti ketika sebelum mereka datang. Lalu kita bertemu….
Kau yang selalu bicara membingungkan dengan kata-kata bersayapmu, kedalaman yang gak tiap orang miliki.
Kau yang lebih cengeng dari aku kalo sedang baca Al Quran…
Kau yang rela melakukan apa aja hanya untuk melihat aku tersenyum, apa aja yang bahkan gak bisa aku bayangkan, ya kan vitch?
Itulah terang buat aku vitch, kau terang bagi aku..
Terang adalah saat dimana kau, hanya kau, duduk diam di pojok ruangan, memalingkan wajah dari aku, sementara aku sibuk menjawab pertanyaan-pertanyaan bodoh teman-temanmu yang menjijikkan…
Terang adalah saat aku ngeliat kau berlari dalam hujan, 2 kilometer dan kembali dengan basah kuyup, lupa kalo kau punya payung ditanganmu, hanya karena aku meminta payung buat pulang dan kau gak mau melihatku menunggu terlalu lama…
Terang adalah saat kau menjadi imam dalam sholat yang akan kuingat seumur hidup aku, kau mengucapkan salam dan saat aku melipat sajadahmu, kain tempatmu sujud basah…

Kaulah terang vitch.
Kau mengajak aku keluar dari gelap yang ingin aku tinggalkan tapi gak pernah mampu sebelum aku ketemu kamu.
Kau yang telah padam sinar hidupmu, mata yang gak lagi memancarkan sinar kehidupan, tapi membuat aku gemetar tiap kali memandangnya langsung, kedalaman yang hanya kau memilikinya…
Terimaksih untuk semuanya vitch..
Kau memberi aku cinta dalam diam, sesuatu yang baru aku sadari sekarang, saat surga begitu dekat baunya…
Sebentar lagi, saat aku bertemu tuhan, aku akan memohon agar kau memiliki terangmu”
Gashvi terdiam, kehidupan fana berlalu meninggalkannya….

Sekarang, lima tahun sudah ia pergi. Aku melanjutkan hidup, tenggelam dalam gelap..
Hingga, aku berada dalam satu waktu yang berhenti, dibawah pohon didepan PKM kampus, terang itu datang dalam wujud mata yang menyilaukan…
Dari detik pertama saat melihatnya, aku tau pemiliknya memiliki terang yang akan membawaku keluar dari gelap.
Lalu waktu kembali berjalan, yang kusadari demikian cepat jalannya sampai aku merasa ditinggalkan waktu. Satu bulan yang manis aku bersama malaikat terang itu.

Setelahnya, aku melakukan apa pun untuk melihat ia tersenyum. Aku memberikan apapun yang bisa kuberikan untuknya. Aku menikmati senyumnya seolah itu yang terakhir. Aku tertawa saat ia menceritakan betapa banyak yang menginginkannya. Aku pun tertawa ketika ia bercerita tentang pacarnya. Aku heran kenapa aku tertawa.

Aku gak menginginkan apa pun darinya. Aku hanya ingin ia selalu bahagia, dan aku telah berjanji pada diriku untuk selalu menjaga ”terang”nya. Sesuatu yang membuatku hidup.