14
Apr
09

hari ini..

Remang How is life vitch? Ehm, ni pertanyaan dengan jawaban paling susah buat gw sekarang. Everything allright actually, but ga semua pertanyaan mudah punya jawaban mudah. Perkembangan terakhir gw adalah skripsi 3 bab pertama dah selesai, belum pernah bimbingan sekalipun, sibuk ngulik regresi berganda, dan kesepian. Tiga minggu yang aneh berhasil gw lewatin dengan tidur dua jam sehari. Begadang sampe subuh udah bukan biasa lagi jadinya, tapi malah ga bisa gw tinggalin. Malam dengan segala atributnya (sepi, gelap, serem, dingin dan ditemani semangat menggebu buat membereskan semuanya) adalah teman yang ga rewel, berjalan maju tanpa sekalipun meninggalkan sesal. Sesal? Ya, kau akan lebih menyesal akan apa yang gak dilakukan ketimbang apa yang udah kau lakukan, right? Kuliah gw lumayan lancar kali ini. Gw dah berkompromi dengan idealisme yang kemarin paling gw pegang. Nunggu sejam lebih buat dosen yang telat ke kelas minggu ini gw jabanin tiga kali. Minggu itupun berulang empat kali. Tiga tahun lalu, lima belas menit dosen ga nongol, gw langsung cabut. Gw siap datang tepat waktu tapi tidak untuk menunggu dosen telat. Statistik I bareng bu alfira adalah mata kuliah paling seru buat gue. Dasar filosofis dari angka-angka yang muncul di bab tiga skripsi gue adalah hal-hal baru yang dengan semangat penuh gw pengen tau tiap kali kuliah. Menyenangkan sekali mengetahui bagaimana suatu hal baru menimbulkan begitu banyak pompaan semangat, jadi bahan bakar begadang buat gue.

Kuliah ngulang adalah bagaimana menjawab pertanyaan ”mengapa” ketimbang ”bagaimana”. Ga tiap teman-teman angkatan dibawah gw yang punya pikiran sekualitatif gw. Senior yang duduk di bangku mereka adalah mereka yang pemalas, hampir tiap orang berpikiran begitu. Hanya sedikit yang bertanya ”bagaimana kamu bisa kuliah dua kali?”. ya, gw harus menahan diri untuk tidak menceramahi anak-anak ingusan itu. Mereka bukan gw, jadi ga punya pengalaman sedikitpun tentang hidup dan menghadapi hidup. Yang menyenangkan adalah gw selalu bertemu orang-orang dengan kemampuan memberi semangat. Resti (07), contohnya. Gw seneng cewek pintar yang cantik dan ni orang punya kualifikasi tersebut.

Pintar bukan Cuma mampu menyelesaikan 10 soal statistik dalam waktu 90 menit, tapi mengerti makna dari apa yang diselesaikan itu. Empat dari lima orang dengan otak statistik pintar (kecuali bu hera dan bu alfira) gak mampu menerangkan apa yang mereka kerjakan ke gw. Kemampuan memberikan ilmu ke orang lain buat gw adalah sesuatu yang amazing. Apalagi rumus-rumus penuh makna itu keluar dari bibir sebagus punya resti tentu makin mudah gw menerimanya. Ada waktu, biarpun Cuma beberapa detik, rindu yang sangat kadang bikin gw sesak. Bukan rokok dua bungkus sehari yang akan membunuh gw, tapi berkompromi untuk ikhlas melihat orang yang bikin gw kuat begadang tiap malam bahagia. Hemm, ni konsep gw paling berat soal hidup.

Apakah cinta adalah soal membahagiakan orang yang kita sayang? Jawabannya ya. Tapi bagaimana jika ia tidak bahagia atas semua yang udah kita lakukan? Terlebih ternyata ia hanya memanfaatkan kita untuk kesenangannya, bukan karena ia bahagia kita melakukan sesuatu hanya buat dia. gw udah banyak berbuat, tapi itu ga dibarengi dengan ikhlas. Gw melakukan apa saja untuk cinta, bukan untuk ikhlas. Apa yang yang bisa menghubungkan ikhlas dan cinta? Parahnya, gw adalah orang yang hanya bisa hidup dengan alasan yang tepat tentang kehidupan. Tanpa alasan, gw ga mampu bergerak melanjutkan hidup. Alasan tersebut kadang sepele, gw hanya ingin melihat ia senyum. Benar-benar senyum dalam arti yang sebenarnya. Dan saat senyum itu mengembang di depan gw, itulah saat-saat gw merasa hidup. Untuk senyum itu gw hidup. Semangat, semangat yang gw dapet dari senyum sekilas itulah yang kini menggenapi tiap langkah gw. Tak peduli bagaimana sekretaris prodi menghambat kelancaran skripsi gw, sindiran tajam bu mimin didepan kelas, satpam perpus yang bikin ulah, sampe dosen pembimbing yang susah ditemui. Gak satu orang pun yang bisa bikin gw menahan langkah. Sekarang gw dah benar-benar mengerti bagaimana menjalani hidup, pengalaman mengajarkan banyak hal. Didepan sana, gw akan sampai cukup dengan menjumlahkan kebenaran, semua yang gw punya dan tanggung jawab. Sisi lain setelah tanda sama dengan adalah happiness…


0 Tanggapan ke “hari ini..”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Anda harus login untuk menuliskan komentar.