Halaman Arsip 2

10
Mei
09

empat minggu lima bab

gw selalu butuh alasan untuk tiap langkah yang gw bikin, tapi kali ini langkah terakhir gw sama sekali gw bingung apa yang mendasarinya..
gw bicara tentang skripsi lima bab gw yang ujug-ujug udah jadi hari ini.. emang, gawean paling seru selama gw kuliah ternyata ya ini, bikin skripsi.
totally, empat minggu ini gw sama sekali baru tidur setelah sholat subuh, kadang dengan mata hampir susah membuka gw udah harus kuliah jam tujuh…
nah, apa yang bikin gw kuat selama itu?
love? hmm, itu kata yang hampir gak gw kenal lagi…
tapi apa???

14
Apr
09

hari ini..

Remang How is life vitch? Ehm, ni pertanyaan dengan jawaban paling susah buat gw sekarang. Everything allright actually, but ga semua pertanyaan mudah punya jawaban mudah. Perkembangan terakhir gw adalah skripsi 3 bab pertama dah selesai, belum pernah bimbingan sekalipun, sibuk ngulik regresi berganda, dan kesepian. Tiga minggu yang aneh berhasil gw lewatin dengan tidur dua jam sehari. Begadang sampe subuh udah bukan biasa lagi jadinya, tapi malah ga bisa gw tinggalin. Malam dengan segala atributnya (sepi, gelap, serem, dingin dan ditemani semangat menggebu buat membereskan semuanya) adalah teman yang ga rewel, berjalan maju tanpa sekalipun meninggalkan sesal. Sesal? Ya, kau akan lebih menyesal akan apa yang gak dilakukan ketimbang apa yang udah kau lakukan, right? Kuliah gw lumayan lancar kali ini. Gw dah berkompromi dengan idealisme yang kemarin paling gw pegang. Nunggu sejam lebih buat dosen yang telat ke kelas minggu ini gw jabanin tiga kali. Minggu itupun berulang empat kali. Tiga tahun lalu, lima belas menit dosen ga nongol, gw langsung cabut. Gw siap datang tepat waktu tapi tidak untuk menunggu dosen telat. Statistik I bareng bu alfira adalah mata kuliah paling seru buat gue. Dasar filosofis dari angka-angka yang muncul di bab tiga skripsi gue adalah hal-hal baru yang dengan semangat penuh gw pengen tau tiap kali kuliah. Menyenangkan sekali mengetahui bagaimana suatu hal baru menimbulkan begitu banyak pompaan semangat, jadi bahan bakar begadang buat gue.

Kuliah ngulang adalah bagaimana menjawab pertanyaan ”mengapa” ketimbang ”bagaimana”. Ga tiap teman-teman angkatan dibawah gw yang punya pikiran sekualitatif gw. Senior yang duduk di bangku mereka adalah mereka yang pemalas, hampir tiap orang berpikiran begitu. Hanya sedikit yang bertanya ”bagaimana kamu bisa kuliah dua kali?”. ya, gw harus menahan diri untuk tidak menceramahi anak-anak ingusan itu. Mereka bukan gw, jadi ga punya pengalaman sedikitpun tentang hidup dan menghadapi hidup. Yang menyenangkan adalah gw selalu bertemu orang-orang dengan kemampuan memberi semangat. Resti (07), contohnya. Gw seneng cewek pintar yang cantik dan ni orang punya kualifikasi tersebut.

Pintar bukan Cuma mampu menyelesaikan 10 soal statistik dalam waktu 90 menit, tapi mengerti makna dari apa yang diselesaikan itu. Empat dari lima orang dengan otak statistik pintar (kecuali bu hera dan bu alfira) gak mampu menerangkan apa yang mereka kerjakan ke gw. Kemampuan memberikan ilmu ke orang lain buat gw adalah sesuatu yang amazing. Apalagi rumus-rumus penuh makna itu keluar dari bibir sebagus punya resti tentu makin mudah gw menerimanya. Ada waktu, biarpun Cuma beberapa detik, rindu yang sangat kadang bikin gw sesak. Bukan rokok dua bungkus sehari yang akan membunuh gw, tapi berkompromi untuk ikhlas melihat orang yang bikin gw kuat begadang tiap malam bahagia. Hemm, ni konsep gw paling berat soal hidup.

Apakah cinta adalah soal membahagiakan orang yang kita sayang? Jawabannya ya. Tapi bagaimana jika ia tidak bahagia atas semua yang udah kita lakukan? Terlebih ternyata ia hanya memanfaatkan kita untuk kesenangannya, bukan karena ia bahagia kita melakukan sesuatu hanya buat dia. gw udah banyak berbuat, tapi itu ga dibarengi dengan ikhlas. Gw melakukan apa saja untuk cinta, bukan untuk ikhlas. Apa yang yang bisa menghubungkan ikhlas dan cinta? Parahnya, gw adalah orang yang hanya bisa hidup dengan alasan yang tepat tentang kehidupan. Tanpa alasan, gw ga mampu bergerak melanjutkan hidup. Alasan tersebut kadang sepele, gw hanya ingin melihat ia senyum. Benar-benar senyum dalam arti yang sebenarnya. Dan saat senyum itu mengembang di depan gw, itulah saat-saat gw merasa hidup. Untuk senyum itu gw hidup. Semangat, semangat yang gw dapet dari senyum sekilas itulah yang kini menggenapi tiap langkah gw. Tak peduli bagaimana sekretaris prodi menghambat kelancaran skripsi gw, sindiran tajam bu mimin didepan kelas, satpam perpus yang bikin ulah, sampe dosen pembimbing yang susah ditemui. Gak satu orang pun yang bisa bikin gw menahan langkah. Sekarang gw dah benar-benar mengerti bagaimana menjalani hidup, pengalaman mengajarkan banyak hal. Didepan sana, gw akan sampai cukup dengan menjumlahkan kebenaran, semua yang gw punya dan tanggung jawab. Sisi lain setelah tanda sama dengan adalah happiness…

14
Apr
09

surat dari setan

Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu. Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu. Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan “Bismillah” sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isya sebelum berangkat ketempat tidurmu. Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukainya Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu. Hai Bodoh, Kamu millikku. Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu. Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah. Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah. Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya. Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan. Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka. Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH. Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani. Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya, guyon2an jorok, bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua , Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk. TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja. Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya. Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita. Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu. Aku ingin mengucapkan ‘TERIMAKASIH’ karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu. Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu. Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa. Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu. Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda. Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa. Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin. Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya. Begitulah anak-anak. Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang. Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi. Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu. Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit. Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh. Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu. Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik dimata ALLAH. Catatan : Jika kau benar2 menyayangiku , kau tak akan membagi surat ini dengan siapapun.

31
Jan
09

Merengkuh ku ke tepian, tidak menghanyutkan

Apa yang membuat mencintai begitu berat dilakukan?

Bukan karena takut kita tidak dicintai, itu hanya untuk kaum cengeng yang mencintai untuk memiliki…

Bukan pula kadang kita merasa tak kuat terus menerus menjaga janji mencintai….

Dan juga bukan tentang ketakutan kalo-kalo orang yang kita cintai pergi dan tak ada kemungkinan melihatnya lagi

Kau mau tahu kawan….

Yang tak mudah dari mencintai adalah mendapatkan jawaban dari pertanyaan ”apakah cintaku menyakitinya?”

Apakah dengan cintaku dia tidak merasa sakit?

Dicintai dan tidak merasa sakit adalah dua hal yang magis…

Orang yang layak mendapatkan cinta sebesar punyaku hanyalah yang memiliki kekuatan tidak menghanyutkan dalam tiap geraknya..

Dan ternyata aku menemukannya….

Kau mau tahu kawan…

Saat aku mencintai, aku tak lagi merasakan apa-apa; tidak indah, tidak buruk, tidak gelap, tidak menyilaukan. Hanya perasaan senang tak hingga..

Dari semua kemungkinan yang akan membuat seseorang sakit karena mencintai, hanya pertanyaan itu yang belum kutahu jawabnya…

Jika iya, aku tetap mencintai

Jika tidak, mencintai adalah pilihanku

Setelah lelah pengembaraan, hanya dengannya aku merasa ditambatkan…

31
Jan
09

Cinta Kering by Firdaus S

I. Prelude

Adalah cinta yang membuat jantungku tetap berdegup. Adalah saat mengatakan “aku mencintaimu”, aku merasa hidup. Cinta memberi sepercik cahaya di tengah kekelaman, seperti aliran-aliran air hidup dari mata air yang tak pernah mengering. Memberi keteguhan dan ketenangan bagi jiwa yang gelisah. Memberi arti pada setiap langkah. Memberi keyakinan bahwa kita ada untuk tidak sia-sia. Saat cinta lepas dari genggaman, apakah yang dapat dipegang? Bila sang cahaya telah pudar, apakah penerang hati? Keyakinan akan mati ranggas seperti daun-daun jati yang luruh, tertiup angin, melayang tak tuju arah, lalu jatuh, tersungkur mencium bumi. Kering, siap mati untuk terinjak, retak. Detak jantung mulai terdengar sayup. Air hidup jadi air mata, bahkan tidak, sebab air telah mengering. Keringkihan jiwa yang memancar jauh ke tubuh, mengenyahkan harap untuk tetap berjalan, bahkan walau hanya untuk tetap berdiri.

II.

Seorang lelaki muda, ringkih dan hilang jiwa, berjalan di tengah padang tandus. Burung-burung nazar terbang bergerumbul berkoak di atas kepala, menjadi bayangan mengalahkan terik matahari. Lelaki itu tetap berjalan dalam arah yang hilang, entah tujuan. Bahkan kakipun telah mengeluh karena beban memandu tubuh. Sang Lelaki merasa gelap walau matahari membakar garang. Ia merasa begitu beku walau terik di sekeliling telah mengubah air menjadi api. Sementara itu, burung-burung nazar terbang bergerumbul berkoak di atas kepala, menjadi bayangan mengalahkan matahari, bernyanyi puji pada dewa atas makanan mereka hari ini, menaikkan doa syukur atas daging kering dan busuk yang siap di atas tanah–meja makan mereka. Sang Lelaki terus berjalan walau tanpa arah. Mata memandang lurus-lurus ke depan mengharapkan cahaya itu terlihat lagi. Namun yang ada adalah kehampaan. Sang Lelaki merasa buta. Merasa tua. Merasa entah. Sementara itu, burung-burung nazar terbang bergerumbul berkoak di atas tanah, menjadi bayangan mengalahkan matahari. Mereka bernyanyi gembira sambil mencari tempat untuk mengistirahatkan perut yang kenyang.